[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"$f1qeuf2k80fq9u":3},{"success":4,"book":5},true,{"id":6,"isbn":7,"title":8,"subtitle":9,"slug":10,"author":11,"contributors":9,"publisher":12,"publication_year":13,"edition":9,"language":14,"category":15,"genre":9,"subjects":9,"dewey_decimal":9,"lcc":9,"format":16,"pages":17,"dimensions":9,"weight_grams":9,"description":18,"table_of_contents":9,"excerpt":9,"cover_image_url":19,"cover_image_r2_key":20,"total_copies":21,"available_copies":21,"location":9,"is_reference_only":22,"checkout_duration_override":9,"status":23,"required_patron_level_id":9,"tags":9,"popularity_score":24,"total_checkouts":24,"created_at":25,"updated_at":26,"is_public":4,"required_patron_level_name":9,"required_patron_level_slug":9,"required_patron_level_color":9,"status_label":27,"status_color":28,"status_metadata":29,"recommended_by":9,"is_borrowable":4},527,"9786020622392","Tukar Takdir",null,"tukar-takdir","Valiant Budi","Gramedia Pustaka Utama",2019,"id","Fiction","paperback",224,"Tukar Takdir menceritakan perkara yang kita takuti dan pasti terjadi dalam 12 (dua belas) nasib yang salah satunya mungkin pernah, sedang, atau akan jadi milikmu.\n\n[Takdir 1]\nSeandainya aku benar-benar bisa mengulang waktu, apakah aku akan bisa mengubah nasibku dan penumpang lainnya? Atau cuma repetisi tragedi semata?\n\n[Takdir 2]\nSaya seperti luwak yang harus merasa bersalah kalau nggak berak karena sudah diberi kandang dan makanan.\n\n[Takdir 3]\nElo nggak perlu bohong, tapi nggak perlu jujur juga. Kita jebak para tahi cecak itu ke alam asumsi mereka sendiri.\n\n[Takdir 4]\nGodaan setan, penolakan batin, dan rintihan Maryati silih berganti menghantuiku.\n\n[Takdir 5]\nAku baru tahu bahwa aku ini berbeda saat Mama memperlihatkan foto-fotoku yang sedang tampil menari di pentas seni taman kanak-kanak.\n\n[Takdir 6]\nKite diguna-guna, Mak! Pasti ada yang sirik banget karena warung kite laku keras!\n\n[Takdir 7]\nAku tak tahu pasti apakah Mamah sedang butuh pelarian, atau sudah telanjur terbutakan cinta—atau sudah pasrah menerima kenyataan bahwa lelaki sering berbohong.\n\n[Takdir 8]\nSelama di sini, saya sering menyaksikan mereka yang datang berharap-harap romansa, pulang-pulang hati babak belur.\n\n[Takdir 9]\nKehilangan sahabat saja sudah perih, apalagi kehilangan sahabat yang mengandung masa depanmu; anak-anakmu?\n\n[Takdir 10]\nSeindah-indahnya kenangan, kalau diingat dalam keadaan buruk, bisa berbalik menyengsarakan.\n\n[Takdir 11]\nKami juga bisa tampil rupawan. Kami tak selamanya akan menggentayangi tempat gelap dan sepi.\n\n[Takdir 12]\nPantas saja kematian tetap jadi misteri, karena setiap yang tahu, akan dibuat terbungkam saat terlahir kembali.","\u002Fapi\u002Fuploads\u002Fcovers\u002Fcovers\u002F527_1787537048036.png","covers\u002F527_1787537048036.png",1,false,"available",0,"2026-08-18 04:07:45","2026-08-24 02:04:19","Tersedia","success",{"allow_borrow":4}]